Syawal, Tanda Kemenangan Membangun Hidup Dari Awal

PORTAL SINDO - Apa makna Syawal? Dari beragam literatur yang dapat diperoleh, tidak ada penjelasan yang memberikan keyakinan mengenai asal muasal nama Syawal. Dapat disebutkan, cuma karena Syawal ada sesudah Ramadhan saja lah maka Syawal jadi segelintir nama bln. dalam Kalender Hijriyah yang paling dihafal, ditandai dan ditunggu kehadirannya oleh orang Islam. 



Syawal untuk beberapa besar orang, dikira sebagai satu awal yang baru untuk kembali dalam perjuangan hidup, mencari dan menghimpun materi serta kebendaan untuk kelak jadi modal perayaan di 1 Syawal th. depan. Sebagian besar orang yang memanglah mengabdikan 'hidupnya hanya' dari 1 Syawal ke 1 Syawal berikutnya, dalam perayaan 1 th. sekali dalam kehidupannya. 

Ya, karena Syawal is a Celebration of Life. Lihatlah kota - kotapun kosong ditinggalkan beberapa penghuninya, mereka yang ikhlas meniti ratusan bahkan juga beberapa ribu km. perjalanan kembali pada kampung halaman, asalnya. Berjejalan, berdesak - desakan, macet tidak bergerak dan sangat terpaksa tidur di jalan sepanjang beberapa puluh jam. Lalu menggunakan berpuluh - puluh jam juga untuk 'pesta - pesta' yang seakan tidak ada henti. Lembaran - lembaran uang dengan mudahnya di keluarkan dan dipakai untuk beragam kepentingan dan maksud yg tidak pernah dijumpai dalam keseharian. Semuanya melakukannya, bahkan juga membuat si paling kikirpun tidak miliki pilihan untuk juga sedikit mengambil peranan. 

Syawal is a Happy Zone. Lihatlah warna - warni pakaian baru serta gemerlap perhiasan paling baik dibarengi senyuman lebar yang senantiasa tersemat di bibir untuk dipertunjukkan pada kebanyakan orang. Berkumpul dengan orang - orang paling dekat yang dicinta memanglah gampang untuk terasa damai serta bahagia. Berjumpa kembali dengan kerabat atau teman dekat yang lama tidak bersua memanglah pembangkit masa lalu serta nostalgia tersebut perangsang rasa senang yang langka. Hari - hari penuh canda ha ha ha serta hati - hati yang berseri - seri hi hi hi. Semuanya semangat serta bersuka cita, bahkan juga si pemurung juga tidak miliki pilihan terkecuali untuk juga mengambil sisi. 

Namun lagi - lagi, tak ada pesta yang benar - benar prima. Even, Syawal is not a perfect party. Ada banyak tangis juga disana - sini, masihlah ada duka, ada banyak kehilangan serta kepergian. Seakan mengingatkan pada kita semuanya, kalau di Syawalpun, takdir kehidupan juga tetap masih jalan. Kebahagiaan senantiasa bersanding dengan kenestapaan. 

Bila saja kita luangkan buka 'jendela' serta mengintip sedikit kehidupan di sekitaran kita atau lihat berita ; bagaimana bangsa lain yang masihlah diamuk peperangan. Sampai untuk merayakan 1 Syawalpun mereka mesti setuju dalam satu gencatan senjata, setuju untuk sama-sama tidak menyerang untuk sesaat. Seperti di Syria sekarang ini, umpamanya. 

Syawalpun dipercaya sebagai awal satu penambahan. Sekurang-kurangnya umur yang bertambah, jadi tambah dengan kata lain makin menua, semuanya jalan maju menuju batas akhir masing - masing saat edarnya. Penambahan umur tentunya menginginkan penambahan dalam beragam hal-hal lain yang tidak butuh diterangkan di sini, lantaran tiap-tiap kita sekurang-kurangnya pernah 'mengaji' walaupun hanya sekali. Atau sekurang-kurangnya belajarlah dari pengalaman Syawal di th. ini untuk menyiapkan diri dalam merayakan Syawal di th. depan. 

Apa pun yang ingin ditingkatkan, semoga melulu tentang kebaikan yang di ajarkan Tuhan. Karena jika bukan, tak menutup kemungkinan, justru yang akan dihadapi di Syawal yang akan datang yaitu kenestapaan. Atau mungkin saja jadi mendatangkan amukan peperangan. Mari tingkatkan kebaikan, janganlah menyepelekan satu kebaikan. Karena satu 'percikan' kebaikan kadang-kadang cukup untuk bisa 'meledakkan' kebahagiaan seorang hingga menerangi hari - harinya bak Matahari.