Masih Ingat Bocah yang Merokok 40 Batang Sehari...? Mengejutkan, Ini Perubahannya 6 Tahun Kemudian?

PORTAL SINDO - Apakah anda masih ingat enam tahun waktu lalu pernah heboh anak kecil asal Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan yang kecanduan mengisap 40 batang rokok satu hari? 

Ya, dia yaitu Ardi Rizal, waktu itu usianya baru dua th. saat menarik perhatian dunia dengan perilakunya. Ardi telah dijejali rokok oleh bapakya waktu berumur 18 bulan. 

Apabila tidak di beri rokok, Ardi langsung marah sampai membenturkan kepalanya di tembok. Cerita Ardi ini langsung mencuat dan menghiasi beragam media. Untuk hentikan rutinitas Ardi, sebagian organisasi anak-anak membantu bocah itu berhenti merokok dengan menerapkan gaya hidup sehat. 



Kecanduan merokok Ardi dapat diselesaikan, tetapi dia malah mengalami kecanduan makan sampai mengalami obesitas. Mulai sejak waktu itu, Ardi melakukan beragam perawatan untuk menerapkan hidup sehat. 

Ditulis website healthyfoodteam, saat ini Ardi yang menginjak umur 8 th. dapat berhenti dari kecanduannya pada rokok dan sukses menurunkan berat badannya. Bahkan juga dalam website itu dipertunjukkan bebrapa photo Ardi yang saat ini telah besar, namun kebenarannya masih begitu disangsikan. 




Secara fisik bocah pada dua photo diatas, tak terlihat seperti anak berusia 8 tahun. Penelurusan sripoku. com, juga menyakini bila photo ini yaitu bukan Ardi, tetapi bocah asal India. 

Sekarang ini sripoku. com, tengah berusaha mengkonfirmasi langsung pada keluarga Ardi, yang di ketahui tinggal di Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Hidup Pas-pasan, Ardi 'Habiskan' Duit Segini Untuk Beli Rokok 

Seperti di ketahui, pada saat berumur 2, 5 th., Ardi bisa bisa menggunakan empat bungkus rokok Surya 16 atau Sampoerna A Mild dalam satu hari. Info yang dikumpulkan wartawan di kediaman Ardi, di Desa Teluk Kemang Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba, 9 Mei 2010 lalu, anak pasangan Rizal (28) dan Diana (25) ini telah berasumsi rokok sebagai makanan setiap harinya. 

Apabila satu hari tidak merokok Ardi akan uring-uringan dan menagis tidak ada henti. Bila telah menangis, orang-tua Ardi langsung memberi sebatang rokok lalu menghidupkannya untuk dikonsumsi Ardi. 

Merokok sembari memegang dan memutar-mutarkan rokok di jari kecilnya. Ardi juga dapat keluarkan asap dari hidung dan mulut seperti perokok dewasa. Menurut Rizal rutinitas Ardi merokok telah dimulai mulai sejak berumur 1, 5 th. lalu. 

Saat itu anak itu terasa pusing hingga Rizal yang tengah merokok lantas memberinya pada putra tunggalnya ini. Rokok yang dikonsumsi juga termasuk mahal yakni type Surya 16 serta Sampoerna A Mild hingga satu hari sekurang-kurangnya Rizal mesti menggunakan Rp 50 ribu untuk beli rokok. “Ardi sulit makan, ia semakin banyak merokok seperti orang dewasa, ” kata Rizal. 

Walaupun bertubuh termasuk tambun tetapi Ardi lincah serta dapat lari seperti anak seumurnya. Rutinitas Ardi dikira umum oleh Rizal serta Diana, pasangan ini dapat terasa tak cemas dengan kesehatan Ardi. Terkecuali, rutinitas ini memberatkan perekonomian keluarga. Keseharian Rizal cuma berjualan ikan di pasar Sungaililin. 

“Kami belum ada gagasan menghentikannya lantaran telah kesukaannya yang memberatkan malah pendapatan kami yang pas-pasan untuk penuhi keperluan merokok Ardi, ” kata Rizal saat itu. Telah Tak Merokok, Ardi Rizal Jadi Kecanduan Ini.

Diambil dari website washingtonstarnews dari tribunnewsbogor. com pada akhir 2013 lantas, kesuksesan Ardi melepas kecanduannya pada nikotin, adalah hasil dari usaha therapy psiko-sosial sepanjang satu bulan. Beberapa terapis isi waktu senggang Ardi dengan beragam aktivitas yang pas dengan usianya. 

Sang ibu, menyebutkan kalau masihlah ada sebagian orang yang kerap tawarkan rokok pada putranya. Tetapi saat ini Ardi yang saat itu berumur 5 th. dapat menyampaikan tak. Ia bahkan juga menyebutkan, " Saya sayang Kak Seto. Dia tentu sedih bila saya mulai merokok lagi serta bikin diri saya sakit. " 

Tetapi sayangnya saat ini, bocah itu hadapi ketergantungan pada hal-hal lain. Ia saat ini kecanduan makanan serta susah terlepas dari hal yang satu ini. Berikut yang bikin berat tubuhnya meraih sampai 24 kg pada umur yang masihlah begitu awal, yaitu 5 th. pada saat itu. 

Namun sekurang-kurangnya, Ardi telah sukses terlepas dari batang nikotin mematikan itu. Saat ini ia bisa meneruskan hidupnya serta nikmati saat kecil seperti anak-anak lain biasanya. Jauh dari genggaman serta hisapan tiap-tiap batang rokok yang dulu melekat di dirinya. (*) 

Sumber : http :// palembang. tribunnews. com