Detik-Detik Rekaman CCTV Usai Mirna Minum Kopi Racun Sianida

Portal Sindo - Kasus kematian Wayan Mirna Salihin semakin masuk step dimana sang tersangka, Jessica Kumala Wongso, tersudut. Terbaru pada Rabu (13/7) tempo hari, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memutar rekaman CCTV dalam persidangan yang memerlihatkan detik-detik kematian wanita berumur 27 th. itu. 

Awalannya Hani alias Boon Juwita yang jadi saksi kunci kematian Mirna memaparkan rekaman CCTV itu tiba bersama Mirna ke restoran Olivier. Dalam rekaman itu terlihat sebelumnya bertemu Jessica, mereka berdua pilih kue dan memesannya sekitar sebagian menit, seperti ditulis Merdeka. 

Tampak Mirna dan Hani pesan kue di restoran Olivier © Merdeka 

 " Mirna ingin duduk di samping terdakwa namun dia menutupi dan pada akhirnya Mirna duduk di samping saya. Dia melalui samping kiri lantaran di samping kanan ada Jessica. Mirna mengaduk-aduk kopi itu serta meminumnya namun dia lalu mengibas-kibaskan mulutnya. Dia langsung katakan sama saya kopinya tidak enak berkali-kali, " cerita Hani. 

Waktu itu Mirna meminta Hani untuk mengambil air mineral serta Jessica segera memanggil pelayan untuk minta air putih. " Saya serta Mirna langsung pilih menu lagi supaya mulutnya manis. Mirna langsung menyender ke sofa namun mulutnya langsung berbusa dan saya langsung panggil-panggil satpam. Saya langsung mengubungi suami Mirna, " lanjut Hani. 

Meja 54, TKP dimana Mirna minum kopi dan tewas © Merdeka 

Dan dalam rekaman CCTV yang berawal jam 17. 12 WIB itu, terlihat jam 17. 19 WIB, Mirna telah tidak sadarkan diri. Jessica yang berbaju cokelat terlihat diam sampai dua menit kemudian ada empat orang pelayan datang dengan satu diantaranya membawa air putih di nampan. Tampak juga seseorang pelayan wanita datang mengangkat gelas es kopi Vietnam yang selesai diminum Mirna. 

Di waktu beberapa orang cemas dengan Mirna sampai ada ibu-ibu yang berdoa, Jessica tampak lihat sekeliling sembari menggaruk tangannya. Mirna juga dibawa ke klinik Grand Indonesia pada jam 17. 27 WIB dengan memakai kursi roda dalam keadaan tidak sadar. Atas dakwaannya yang melakukan pembunuhan berencana pada 6 Januari 2016 itu, Jessica dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.